Selamat Datang di Website Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau        Sanggau Maju dan Terdepan Baik Untuk Semua       

Historis Kecamatan Mukok

Asal Muasal Nama Kecamatan Mukok

Kata "Mukok" dalam nama Kecamatan Mukok yang digunakan dewasa ini memiliki makna historis yang panjang dan kompleks. Sampai dengan akhir tahun 1800 Masehi, masyarakat Suku Dayak adalah kaum nomaden yang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bertani (menanam padi) dan berburu hewan liar. Perpindahan demi perpindahan yang terjadi disebabkan oleh perpindahan lokasi perladangan (mencari daerah subur yang baru), terjadinya perselisihan yang menyebabkan sebagian masyarakat memisahkan diri dan membentuk koloni baru, maupun karena wabah penyakit, yang seringkali dikaitkan dengan mistik, sebagaimana kepercayaan yang dianut Suku Dayak pada masa itu.

Adalah sebuah anak sungai bernama Muko’ (yang dalam bahasa Dayak Jangkang, kata Muko’ artinya Diam saja, termenung) yang berada di wilayah Dusun Pulau Bali, sekitar 3Km di sebelah selatan Dusun Pulau Bali pada saat ini. Pada akhir era 1800an sampai dengan awal era 1900an terdapat sebuah koloni yang bermukim di sekitar sungai Muko’ ini, dan menjadikan sungai ini sebagai tempat pemandian utama bagi masyarakat ini. Namun pada awal era 1900an, secara perlahan-lahan terjadi perpisahan dan pergeseran tempat tinggal masyarakatnya, menjadi menyebar dan membentuk kampong-kampung baru di Badokng (cikal bakal dari Dusun Pulau Bali yang ada sekarang), Malatok (Dusun Tokang, SP1), Merdua (Dusun Sei Beringin), Kopar (Dusun Sei Mawang), Setanding (Dusun Setanding), Senibokng (Dusun Ketapang), Jagok (Dusun Engkiteh) dan Desa Tokang. Pada akhirnya lokasi itu tidak berpenghuni, sampai dengan saat ini menjadi Tomawakng Muko’ (tembawang buah Muko’).

Bukti dari adanya masyarakat yang memiliki asal-usul sama, yakni nenek moyangnya berasal dari Kampung Muko’ ini dapat dilihat dari Pureh (Dayak Bokidoh: pertalian kekerabatan) yang masih erat antara masyarakat di Kampung-kampung tersebut di atas, dan adanya tomawakng buah milik bersama di Tomawakng Muko’ hingga saat ini.

Dalam kaitannya dengan nama Kecamatan Mukok yang ada saat ini, dapat diceritakan sebagai berikut: Pada tahun 1940-1950, dibentuk Ketemenggungan (Setingkat Desa), dan Ketemenggungan Muko’ membawahi kampong-kampung tersebut di atas. Temenggung Muko’ saat itu adalah Temenggung (Yosef) Tija (1908-2001) yang manjabat dan tak pernah tergantikan sampai dengan tidak diakuinya Ketemenggungan dalam tata Pemerintahan NKRI.

Pada saat awal pembentukan Kecamatan Mukok, pihak DATI II Kabupaten Sanggau berkoordinasi dengan Temenggung Tija, dan disepakatilah Muko’ yang merupakan kampong asal muasal masyarakat Dayak daerah ini, sebagai nama resmi kecamatan. Dalam perjalanan sejarah, kata Muko’ akhirnya menjadi Mukok yang merupakan bentuk penyesuaian lafal dan penulisannya. Pernah sekali waktu terdapat permintaan dari tokoh masyarakat Desa Engkode, yang menuntut agar Kecamatan Mukok diganti namanya menjadi Kecamatan Engkode. Namun karena kata Muko’ memiliki makna historis yang sangat kompleks dan komprehensif, maka kemudian disepakati bahwa nama kecamatan ini tetap Kecamatan Mukok dan tidak boleh diganti.

A. Gambaran Umum Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau

1. Letak Geografis

Kecamatan Mukpok adalah salah satu dari 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sanggau, merupakan Kecamatan yang strategis karena berkedudukan langsung di ibu kota Kabupaten Sanggau, yang juga merupakan pusat perdagangan terbesar di Kabupaten Sanggau. Kecamatan Mukok berada dilintasan garis khatulistiwa dengan 60 lintang Utara, 110 lintang selatan dan 1100 bujur Timur, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

* Sebelah Utara berbatasan dengan : Kecamatan Jangkang

* Sebelah Timur berbatasan dengan : Kab.Sekadau

* Sebelah Selatan berbatasan dengan : Kab. Sekadau

* Sebelah Barat berbatasan dengan : Kec. Kapuas

1. Topografi.

3 Wilayah Kecamatan Mukok pada umumnya merupakan Dataran tinggi yang berbukit-bukit berawa serta terdapat sungai besar dan kecil seperti sungai Kapuas, Sungai Kedukul, Sungai Engkode, Sungai Malan dan Sungai Pelaik, Sebagian Pemukiman Penduduk terletak disekitar sungai, dan sungai tersebut merupakan sumber kehidupan Penduduk.

2. I k l i m

Wilayah Kecamatan Mukok termasuk wilayah yang beriklim Tropis berkisar 26,5º- 27,1º Celecius dengan suhu rata-rata 2.400-4.000 Milimeter atau berkisar 133-200 milimeter (hari/tahun).

Luas Wilayah Kecamatan Mukok adalah 501.00 km², meliputi 8 desa dan terdiri dari 35 dusun serta 141 RT. Kantor Camat Mukok terletak di pusat pemerintahan dan perekonomian Kecamatan Mukok. Sebagian daerahnya adalah perkebunan dan lainnya adalah daerah dataran tinggi, sebagian besar daerahnya mudah dijangkau melalui darat dengan jalan beraspal dan jalan dengan pengerasan, sedangkan daerah yang agak terpencil, jangkauannya melalui sungai.

Luas Wilayah Kecamatan Mukok

NO

Desa/Kelurahan

Luas Daerah Km2

Hektar

1

2

3

4

1

Inggis

57.00

5.700

2

Semangis Raya

21.24

2.124

3

Semuntai

35.10

3.510

4

Kedukul

48.10

4.810

5

Engkode

79.70

7.970

6

Sei Mawang

80.60

8.060

7

Tri Mulya

24.40

2.440

8

Layak Omang

154.86

15.486

 

Kec. Mukok

501.00

50.100

JARAK JALAN DARAT ANTARA KANTOR CAMAT DENGAN

DESA/KELURAHAN DALAM DAERAH KECAMATAN MUKOK

No

Desa/Kelurahan

Jarak (Km)

Jenis sarana Transportasi

NO

Desa/Kelurahan

Jarak Jenis

(Km)

Jenis sarana Transportasi

1

Inggis

24

darat dan air

5

Engkode

11

darat

 

2

Semanggis Raya

22

Darat dan Sungai

6

Mawang

 

2

Darat

3

Semuntai

11

darat

7

Trimulya

 

15

Darat

 

4

Kedukul

3

darat

8

Layak Omang

 

23

darat

1. Potensi Wilayah Kecamatan Mukok sebagai berikut:

1. Penggunaan Tanah dengan luas 50.100 h adalah

a. Lahan Sawah :

a) Irigasi = 326,60 h Ditanam = 50 h

b) Tidak irigasi = 23,69 h Ditanam = 710 h

c) Sementara tidak diusahakan = 2.079 h

b. Lahan Kering yang diusahakan:

a) Ladang/ huma/ kebun = 18.584 h

b) Kolam/ Empang/ Tambak = 25 h

c) Perkebunan ( Tanaman Keras /Tahunan ) = 3.863 h

d) Hutan Rakyat = 4.813 h

e) Lain-lain = 2.108 h

c. Lahan Kering Tidak Diusahakan untuk Pertanian

a) Lahan untuk bangunan / halaman Sekitarnya / jalan 1.868 h

b) Lahan kering yang sementara tidak digunakan 14.071 h.

2. Kecamatan Mukok mempunyai 3 buah bukit, / Air Terjun yang bisa digunakan sebagai sumber air bersih Air terjun tersebut berada di Desa Kedukul (Gurun Maloh), Semuntai /Bukit Tekurang di Dusun Pelaik, dan di Desa Engkode.

3. Bidang Seni dan Budaya

a. Kedukul ………………… :- Tar /khadrah

- Qasidah

b. Semuntai …………………. :- Qasidah

- Rabana

- Hadrah

c. Semanggis Raya…………….. : Kuda Lumping

d. Inggis ………………………. : Rabana

e. Engkode ……………………. : T a r i

f. Layak Omang ………………. - Kuda Lumping

- Band /Musik

- Band/ Musik

2. Kepadatan Penduduk

Data Penduduk dan Jumlah KK Miskin

No

DESA

Jumlah

KK

Jumlah Penduduk

Jumlah jiwa

Jumlah Rumah Tangga

Jumlah KK Miskin

Lk

Pr

Jumlah KK

Dpt Kartu Askeskin/jiwa

Jumlah Jiwa

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

Kedukul

687

2.589

1.303

1.286

637

465

1051

1051

2

Semuntai

904

3.026

1.556

1.470

804

404

744

744

3

Engkode

616

2.178

1.093

1.085

433

290

1092

1092

4

Tri Mulya

660

1.165

614

548

572

220

755

755

5

Sei Mawang

992

3.610

1.853

1.757

847

472

1492

1492

 

6

 

Layak Omang

 

694

 

2.745

 

1.403

 

1.342

 

666

 

286

 

1415

 

1415

7

Inggis

562

1.961

988

973

461

102

391

391

8

Semanggis Raya

318

2.303

1.171

1.132

259

117

404

404

 

J U M L A H

5.431

19.574

9981

9593

4.155

2.356

7.344

7344

 

Link Terkait