Selamat Datang di Website Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau        Sanggau Maju dan Terdepan Baik Untuk Semua       

 

Sanggau (27/04) Dalam upaya meningkatkan kualitas kelembagaan Koperasi di Kabupaten Sanggau, beberapa waktu lalu diadakan Sosialisasi Kebijakan Pemerintah Dibidang Usaha Simpan Pinjam oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Tahun 2012, bertempat di Hotel Meldy Kabupaten Sanggau,

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setda Sanggau yang mewakili Bupati Sanggau, dalam sambutan yang dibacakan Drs. Hadi Sudibyo, MM, menyampaikan bahwa sejarah perkembangan Koperasi Indonesia lahir dan bertumbuh dari “Proses Simpan Pinjam”

yang berarti Koperasi yang ada saat ini berawal dari usaha simpan pinjam dan berkembang dengan memiliki unit bisnis lain dan Koperasi tanpa unit simpan pinjam akan terasa hambar ibarat sayur tanpa garam, namun terdapat beberapa usaha simpan pinjam koperasi tidak melayani anggota selaku nasabah tapi melayani masyarakat lainnya yang bukan anggota, bahkan ada beberapa koperasi lebih banyak menguntungkan atau berorientasi kepada orang yang diluar nasabah koperasi selaku penyimpan dan peminjam, padahal koperasi adalah kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal-modal segelintir orang. Selanjutnya beliau menekankan agar koperasi-koperasi yang pada prakteknya belum sesuai dengan prinsip koperasi agar diadakan pembinaan dan penertiban sehingga dalam prakteknya dapat mengikuti aturan dibidang perkoperasian, dan Dinas Perindagkop selaku pembina koperasi agar dapat lebih instensif dalam melaksanakan tugas yang menjadi tupoksinya, selanjutnya jika ada koperasi yang prakteknya menggunakan cara perbankan agar dapat mengubah status Badan Hukumnya menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sebagaiman kita ketahui beberapa tahun lalu kita telah mengalami masa sulit yaitu krisis ekonomi yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan besar mengalami kemunduran (bahkan sebagian ada yang bangkrut) namun usaha mikro, kecil, dan menengah justru tidak kena imbasnya hal ini menyiratkan bahwa potensi dan prospek usaha mikro, kecil dan menengah cukup besar, hal ini merupakan peluang bagi koperasi karena sebagian besar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengalami kendala pada pembiayaan dikarenakan beberapa sumber pembiayaan seperti bank dengan aturannya yang ketat menyebabkan sulitnya UMKM mendapatkan pembiayaan karena sebagian besar UMKM sendiri terbentur pada jaminan yang merupakan syarat mutlak mendapatkan pinjaman dari perbankan. Dengan kondisi UMKM yang seperti demikian, maka koperasi simpan/pinjam (KOPDIT) harus dapat berperan aktif dalam menggerakkan dan mengembangkan UMKM tersebut karena fungsi dan tanggung jawabnya kepada anggota khususnya dibidnag permodalan. Salah satu tujuan Koperasi yang tercantum dalam Undang-undang Perkoperasian bahwa Koperasi dibentuk bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, dan untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan pengorbanan sumber daya, baik waktu, dana maupun tenaga dan dikombinasikan dengan sumber yang dimiliki dan dilaksanakan secara terencana, untuk itu koperasi simpan pinjam/kopdit/usp harus bisa menjadi lembaga keuangan yang profesional, mandiri dan melayani anggota berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan memiliki visi, misi dan tujuan yang jelas dan tertulis sehingga mendapat tempat tersendiri dihati anggota sehingga anggota sekaligus pemilik menjadi bangga. Terakhir beliau berpesan “Bahwa pemberdayaan koperasi adalah merupakan tanggung jawab kita bersama”. Maka dengan sosialisasi ini diharapkan seluruh peserta dapat mensosialisasikan kepada masyarakat baik dilingkungan maupun didaerahnya masing-masing sehingga semakin banyak masyarakat yang mengerti bagaimana ketentuan usaha simpan pinjam koperasi yang sebenarnya.(dian humas)
 

 

Link Terkait