Selamat Datang di Website Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau        Sanggau Maju dan Terdepan Baik Untuk Semua       

Hari Anak Nasional, Hari Keluarga Nasional dan Desa Fokus di Desa Tanap Kembayan

Kembayan (23/08) Bertempat di Halaman SDN 27 Desa Tanap Kecamatan Kembayan dilaksanakan dengan meriah peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Keluarga Nasional yang dirangkai dengan kegiatan Desa Fokus, Kepala BP2KBPA Kabupaten Sanggau Yohaens Supriyanto yang selaku koordinator Desa Fokus di Desa Tanap Kecamatan Kembayan dalam laporannya mengatakan bahwa sebagian besar SKPD telah melaksanakan kegiatan di desa Tanap hingga bulan Agustus 2016 namun ada pula yang setelah bulan Agustus tahun 2016, dan untuk pelaksanaan Kegiatan Desa Fokus dirangkai dengan kegiatan Hari Anak Nasional yang diperingati tanggal 23 Juli dan Hari Keluarga Nasional tanggal 29 Juni 2016 mengingat pelaksanaan HAN dan HARGANAS dilakukan setelah Pemerintah Pusat melaksanakan lebih dahulu dilanjutkan denagn tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, untuk Kegiatan HAN sendiri telah di laksanakan di Kecamatan Toba yang di falisitasi oleh GOW Kabupaten Sanggau dengan kegiatan berupa Lomba Fashion Show, Lomba Mewarnai dan Lomba Menyanyi kemudian DWP Kabupaten Sanggau juga melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Mulut bekerjasama dengan puskesmas/dokter gigi di Kecamatan Toba, sedangkan Kecamatan Entikong yang bekerjasama dengan RRI Entikong mengadakan Talk Show (on Air) dengan tema “ Melalui Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2016 kita jauhkan anak perbatasan dari kekerasan dan kejahatan sebagai wujud Indonesia yang ramah anak “ dan untuk kegiatan puncak yang diselenggarakan di Desa Tanap Kecamatan Kembayan ini dilaksanakan Lomba memasak serba ikan dan kampanye /demo makan bubur ikan yang dilaksanakan oleh TP PKK Kabupaten Sanggau dan Pelayanan KB Gratis oleh BP2KBPA, Bupati Sanggau Paolus Hadi, dalam sambutannya mengatakan bahwa berharap kegiatan desa fokus harus dilaksanakan dalam upaya mewujudkan Sanggau Maju dan Terdepan untuk itu setiap SKPD yang bertanggung jawab terhadap kegiatan di desa Fokus harus benar-benar melaksanakan tugas dengan baik dan benar dan sesuai dengan arahan Presiden RI bahwa kita harus kerja-kerja dan kerja, selanjutnya beliau menambahkan agar setiap unsur saling sinergisitas baik antara pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten harus ada kerjasama yang baik dan berkaitan dengan pembangunan jika porsi tersebut kecil maka desa dapat melaksanakannya tapi jika besar maka Pemerintah Kabupaten yang menangani dan untuk listrik Pemerintah Kabupaten Sanggau tidak mempunyai kewenangan, Pemerintah hanya bisa mengusulkan. Untuk itu khusus Kepala Desa “ Kerja dengan baik, ikuti aturan yang ada, jangan macam-macam yang bisa buat masalah “, sedangkan pada sesi dialog dari Forum Anak Daerah mengungkapkan apa tanggapan dan kebijakan pemerintah terkait kegiatan ekstrakurikuler yang di laksanakan oleh Sekolah ada yang mewajibkan dan ada yang tidak kemudian terkait dengan bahwa anak indonesia melalui FAD bertugas sebagai Pelopor dan Pelapor namun untuk Pelapor sendiri cendurang orang tua atau yang lebih tua sering mengabaikan dengan alasan masih kecil, menyikapi hal tersebut Bupati Sanggau mengatakan bahwa untuk ekstra kurikuler harus adanya kebijakan yang jelas, untuk itu perlu adanya komunikasi yang baik dari Pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga dengan pihak sekolah “ jika itu memang ektrakurikuler wajib, mak laksanakan dan jika memang tidak wajib bagaimana seharusnya, walaupun menurut saya itu perlu dan wajib terutama dalam hal menghindari generasi muda terlibat dengan narkoba, untuk itu Bupati Sanggau telah membuat Surat Keputusan tentang belajar 1 jam dirumah mulai dari  pukul 18.30 s.d 19.30, terserah belajarnya yang penting belajar. Kemudian Bupati berharap agar anak-anak jangan bermain politik dengan kata lain jangan hanya bisa memberikan kritik tanpa solusi, kemudian terkait anak muda sebaga pelopor dan pelapor memang hal yang menarik, kadang-kadang orang tua tidak percaya laporan anak dengan alasan masih kecil dan lain sebagainya, untuk itu perlu adanya komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua, untuk itu FAD harus dapat membuat ruang gerak yang baik dengan orang tua, buat kegiatan yang terlibat langsung dengan orang tua, ikuti aturan hukum yang ada jangan melawan orang tua ketika dilarang padahal itu untuk kebaikannya, contohnya belum boleh menggunakan kendaraan karena tidak ada sim dan belum cukup umur, marah orang tua itu tidak boleh, justru orang tua yang memberikan kendaraan kepada anaknya yang tidak cukup umur berarti tidak sayang sama anaknya karena membiarkan anaknya melawan hukum. Pada acara itu pula diserahkan penghargaan dan piala-piala perlombaan yang dilaksanakan oleh BP2KBPA dalam rangka Hari Anak Nasional dan Hari Keluarga Nasional, serta penyerahan bantuan oleh Bupati Sanggau kepada desa tanap dalam rangka kegiatan desa fokus. (dian humas).

Link Terkait