Selamat Datang di Website Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau        Sanggau Maju dan Terdepan Baik Untuk Semua       

Kita Pasti Bisa Memenangkan Persaingan

 

Sanggau- Untuk mensejahterakan petani, kita bagaimana pulau-pulau Kalbar ini mandiri sangat. Pertama, Jangan mengambil dari Sulawesi dan Jawa Timur, karena biaya transfort itu ditanggung oleh konsumen sehingga invlasi tinggi, kalau ini kita lakukan berarti invlasi rendah kesejahteraan meningkat. Kedua, kita meningkatkan produktivitas, ini ada ide baru Aston, produksinya sampai 14 ton, ini luar biasa, kami apresiasikan pada pak Gubernur, pada pak Bupati, ada komisi V, komisi IX, pak Danil, ibu gubernur, pak Dandim, pak Kasdam. Hal ini disampaikan oleh Bapak Ir. Andi Amran Sulaiman, selaku menteri pertanian saat kunker Tanam Padi Tutup Tahun, di Desa Semanget, Kecamatan Entikong, di dampingi Gubernur Kalbar, dan Bupati Sanggau, sabtu ( 22/10 ).

 Dikatakannya biasanya tanam hanya satu kali, padahal air melimpah tetapi tidak dioptimalkan sehingga tanam hanya satu kali, padahal Kalimantan ini subur dua kali lipat malaysia baru setara dengan kalimantan. “ Kita ini negara besar, harus optimis mudah-mudahan kedepannya kita bisa bangun lumbung di perbatasan kemudian Entikong mensuplay ke Malaysia sekarang sudah ada ekspor. Hanya saja pak Bupati kalau bisa dilaporkan, ekspornya sudah ada kuarang lebih 100. 000 ton / tahun beras menyebrang”. Terangnya

NTT mensuplay Timurleste, Maluku ke pilifina, kemudian paling timur Marauke sudah mengirim beras ke Papua Nugini, ini harus kita selesaikan membangun dari pinggiran harus kita selesaikan atas arahan Bapak Presiden. Saat ini produksi jagung meningkat 21%, ini adalah tertinggi sepanjang sejarah, imfor turun 60% ini atas kerjasama kita yang luar biasa ada TNI yang bekerjasama dengan kita, Kepolisian juga kita kibarkan Merah Putih, untuk kedepannya kita dorong pertanian organik karena nilai harganya sampai 10 kali lipat. Ini kita harus dorong diperbatasan, kalau kita lakukan kurang lebih dari 10 negara tetangga kita akan bisa memenuhi keburuhan. Kita ini mengekspor hanya jalan kaki karena menanamnya di perbatasan, biaya angkutnya murah pasti bisa memenangkan persaingan. Ujarnya ( jimi humas )

Link Terkait