Selamat Datang di Website Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau        Sanggau Maju dan Terdepan Baik Untuk Semua       

Bupati Sanggau Berdialog Dengan Tokoh Lintas Agama

 

Bupati Sanggau Paolus Hadi, didaulat menjadi host terkenal Karni Ilyas, tokoh ILC yang kerap muncul di layar kaca, saat memimpin dialog lintas agama membahas isu yang berkembang pasca aksi demo 4 November lalu yang digelar usai memimpin apel hari pahlawan di lantai I kantor Bupati Sanggau, pada Kamis (10/11). Dengan gaya yang tidak monoton, tamu undangan yang hadir dibuat tertawa oleh orang nomor satu di Sanggau itu. Sebagai kata pembuka, Bupati menyampaikan kondisi Kabupaten Sanggau yang kondusif dan tidak terpengaruh dengan aksi di Jakarta.

Dihari momentuk peringatan hari pahlawan ini, Bupati mengajak semua elemen masyarakat Sanggau untuk melihat kebelakang bagaimana perjuangan para pahlawan kita mengorbankan nyawanya untuk negara dan bangsa. Mestinya, perjuangan para pahlawan tersebut dihargai dengan tetap menjaga keharmonisan antar umat beragama.

“Jangan rusak jerih payah dan pengorbanan pahlawan kita yang sudah rela menyerahkan harta bahkan nyawanya untuk membebaskan negara ini dari penjajahan. Tugas kita adalah menjaganya jangan sampai negara ini porakporanda dengan isu yang bisa merusak kesatuan dan persatuan bangsa,” katanya.  

Ia juga mengingatkan masyarakat tidak sembarangan menerima informasi sebaba belum tentu informasi benar.

“Kita tidak mau Sanggau yang kita cintai ini karena kita salah informasi bisa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kalau ada informasi-informasi yang tidak jelas silakan konfirmasi dengan aparat keamanan. Dan kita juga punya Kesbangpol yang bisa menjadi tempat kita bertanya, karena kita punya sejarah curam tahun 1997 yang harus kita waspadai,” pungkasnya.  

Sementara itu, Dandim 1204/Sanggau Letkol. Arm. I Gusti Agung Putu Sujarnawa dihadapan para tokoh lintas agama dan masyarakat juga mengingatkan, persoalan yang dihadapi indonesia saat ini adalah persaingan global diantaranya persoalan terbatasnya sumber daya energi.

“Turunnya produksi dunia mengubah gaya hidup masyarakat, dengan mudah masyarakat bisa berbelanja dengan menggunakan aplikasi online tidak perlu ke pasar. Mulai dari itu menyebabkan krisis ekonomi yang menyebabkan depresi ekonomi. Jika itu terjadi kejahatan dan konflik akan meningkat. Akibatnya kita dipastikan tidak bisa mengikuti persaingan global,” katanya. Data WHO, dalam enam tahun terakhir, penduduka dunia sudah bertambah enam milyar. Padahal kapasitas atau daya tampung idealnya hanya 3-4 milyar. Semuanya itu membutuhkan sumber energi mempertahankan hidupnya. Yang memperihatinkan adalah setiap hari ada 41 anak meninggal dunia dan hampir 15 juta anak meninggal dalam satu tahun karena disebabkan kemiskinan dan persoalan kesehatan yang buruk. 

Persoalan lain yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, dikatakan Dandim adalah persoalan narkoba. Dengan menyasar generasi muda kita, Negara ini sengaja dirusak dengan tujuan biar bangsa kita lemah dan mudah diprovokasi. Oleh karena itu, Pemerintah berkomitmen narkoba adalah musuh bersama yang harus kita perangi. Banyak kasus kriminalitas dipicu penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, Dandim kembali mengingatkan, momentum hari pahlawan hari ini mesti dimaknai sebagai sarana mempersatukan kembali bangsa kita agar semakin kuat terutama dalam menghadapi persaingan di era globalisasi seperti saat ini. 

Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go dalam dialog tersebut menyampaikan situasi di Sanggau sangat kondusif. Angka kriminalitas dan gangguan keaman di tahun 2015 ada sekitar 400 angka kriminal dan 70an laka lantas. Dari angka tersebut, ada sekitar 33 kasus narkoba.

“Ini gambaran utuk situasai kita, kalau kita bandingkan dengan Kabupaten lain di Kalbar, kita berada di tingkat ketiga, lumayan banyak setelah Pontianak dan Ketapang kemudian Sanggau, itu dari angka kriminalitas. Namun perlu saya sampaikan, angka ini masih dalam batas toleransi, karena selain narkoba tadi, angka pencurian baik pencurian sepeda motor maupun pencurian biasa, pencurian dengan kekerasan, ini agak sedikit menonjol dibandingkan yang lain,” katanya. Kapolres menjelaskan, kejahatan pencurian, hasil curiannya dipakai untuk beli narkoba. Sampai November 2016, Polres Sanggau sudah menangani 49 kasus. 2015 ada 33 kasus, 2014 27 kasus.

“Sekarang ini peningkatannya sudah luar biasa,” katanya.  

Anggota Dewan Penasehat Pemuda Ansor Sanggau Abang Indra dihadapan para tokoh, elit politik, Pemerintah Daerah dan Forkompinda yang hadir mengingatkan, Kabupaten Sanggau dalam waktu dekat akan menghadapi Pilkada. Untuk itu, mesti mewaspadai isu-isu yang berkembang yang mengatasnama agama.

“Ini pembelajaran juga bagi politikus-politikus kita yang akan bertarung di Pilkada nantinya, jangan menyinggung-nyingung soal agama, sebab ini ranah private yang bisa menyebabkan salah penafsiran. Kasus Ahok mesti menjadi pelajaran bagi kita semua termasuk para politikus, dan kasus ini juga bukti bahwa masyarakat kita belum siap menghadapi perbedaan. Inilah tantangan kita, para alim ulama, para tokoh agam lainnya, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bukan meresahkan dengan isu primordial,” katanya. 

Kepada para Ustadz dan ulama di Kabupaten Sanggau, Indra juga berharap, agar memberikan ceramah atau khutbah agama yang menyejukkan, bukan mengelurkan kata-kata mengkafirkan.

“Bahasa-bahasa seperti ini terkadang masih ada di Masjid-Masjid, tapi memang tidak semua. Alangkah baiknya kalau kita memberikan materi ceramah itu yang menyejukkan, membahas tentang NKRI, bicara soal kebangsaan, bukan malah mengkafirkan orang lain,” ujarnya.  menurut Indra, negara ini dibangun tidak terlepas dari peran ulama.

“Ulama-Ulama pendiri bangsa ini lebih mengutamakan idiologi pancasila dari pada syariat. Kenapa seperti itu, karena ulama kita dahulu sadar bahwa bangsa indonesia ini ada beragam suku, bahasa dan agama. Jadi yang tepat itu memang pancasila sebagai idiologi,” tuturnya.  (Tkm Hms).

Link Terkait