Selamat Datang di Website Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau        Sanggau Maju dan Terdepan Baik Untuk Semua       

 

Bupati Sanggau saat memberikan arahan pada Acara Beraupm Bekudong bersama para Camat dan Kades se Kabupaten Sanggau

Sanggau-RK. Bupati Sanggau, Paolus Hadi tegas-tegas membantah acara Beraump Bekudong yang dihadiri seluruh Kades dan Kadus se-Kabupaten Sanggau di Gedung Balai Betomu, Kamis (28/4) bertujuan untuk kepentingan Pilkada 2018. 

“Tidak ada politiknya di sini. Saya sebagai Bupati hari ini hanya ingin menjelaskan kepada saudara-saudara bahwa kita bekerja sudah sampai disini, yang belum kita tuntaskan bersama-sama,” tegas PH, sapaan akrabnya, memberikan sambutan sekaligus memimpin Beraump Bekudong, yang dihadiri Forkompinda, Ketua Komisi DPRD serta para Camat se-Kabupaten Sanggau, Kamis (28/4).

Dijelaskan PH, acara Beraump Bekudong merupakan implementasi gotong-royong dan bekerja dengan hati, bukan lagi bicara program.

“Tradisi Beraump Bekudong itu adalah sesuatu yang baik, sudah kita lakukan ditingkat Desa, di tingkat dusun hingga di tingkat Kecamatan, salah satu bentuknya Musrenbang, tapi hari ini saya katakan kita tidak lagi bicara program karena sudah dibahas di Musrenbang,” kata PH. Dikatakan Bupati program Beraump Bekudong akan terus berlanjut dalam satu tahun ini setelah ada kesepakatan. Setelah itu kesepakatan yang sama juga akan disampaikan kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk komite sekolah.

“Tahun ini akan saya buat tiga kegiatan seperti ini, makanya dasarnya itu para Kades dan Kadus, anda adalah penguasa wilayah,” ujar PH.

PH menjelaskan, mengapa gotong-royong untuk mencapai Sanggau maju dan terdepan di kedepankan karena hal itu sudah tidak terdengar lagi di masyarakat. 

Beraump, kata PH, artinya adalah rapat yang diambil dari bahasa salah satu sub suku Dayak di Kabupaten Sanggau. Sementara Bekudong diartikan sama yang diambil dari bahasa Melayu.

“Saya mau membangun kembali, karena Bupati dibolehkan membuat audiensi yang selama ini tidak saya laksanakan selama dua tahun, audiensi bersama Bapak/Ibu selaku pemegang kekuasaan di rumah-rumah betang ini, itu filosofi dari suku Dayak,” katanya.  

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Sanggau, Acam menyambut baik acara Beraump Bekudong. Ia memaklumi akan persepsi setiap orang menerjemahkan dikumpulnya para Kades dan Kadus, mengingat situasi politik jelang Pilkada 2018 memang sudah mulai menghangat.

“Ini kan perdana di Sanggau, tapi di Kabupaten lain sebenarnya sudah dilaksanakan, bahkan sangat sering,” katanya. 

Ia mengaku kegiatan ini sangat positif, bukan hanya dalam bentuk Beraump Bekudong tetapi juga ada hal-hal yang terlupakan dan tidak diketahui masyarakat yang sifatnya top-down dan botton-up

“Ini harus kontinyu, tidak hanya Kades dan Kadus tapi seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas karena memang ini tanggungjawab Pemerintah untuk melakukan pembinaan,” katanya. 

Menurutnya, Beraump Bekudongmerupakan kegiatan biasa yang memang mesti dilakukan Bupati sebagai Kepala Daerah untuk menyingkronkan keinginan Pemerintah dengan masyarakat. 

“Paling tidak para Kepala Dusun bisa mengenal Bupatinya, mungkin saja ada para Kadus yang belum pernah mengenal Bupatinya, terutama Kadus yang di pelosok desa,” kata Politisi Hanura itu.  

Kegiatan inipun, lanjut Acam, ada hasil yang bisa disepakati bersama antara Bupati sebagai Kepala Daerah dengan para Kades dan Kadus. Meskipun tidak ada sangsi dan hanya dalam bentuk moral, Acam berharap Beraump Bekudong berkelanjutan. 

“Misalnya, kesepakatan tentang jam belajar untuk siswa yang harus disepakati bersama antara penguasa di desa dan dusun untuk memantau anak-anak usia belajar berkeliaran di jam-jam tertentu misalnya. Jam-jam itu mereka harus belajar tidak boleh berkeliaran. Ini kan tujuannya sangat bagus dalam rangka menuju Sanggau pintar seperti yang tertuang dalam Seven Brand Image Sanggau,” tuturnya.

Laporan: Kiram Akbar

 

 

 

Link Terkait