Selamat Datang di Website Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau        Sanggau Maju dan Terdepan Baik Untuk Semua       

Petani Harus Bisa Menjadi Petani Yang Modern

 

Sanggau- Wakil Bupati Sanggau bapak Drs. Yohanes Ontot, M. Si minta kepada para petani agar bisa megoprasionalkan peralatan pertanian yang canggih, hal ini bertujuan agar para petani bisa menjadi petani yang modern. “Cetak sawah ini dalam rangka bagaimana pemerintah menerapkan tarap hidup kesejahteraan rakyat indonesia, kenapa? Karena selama ini kita imfor beras, dari tailan, vietnam, kamboja, dll. Oleh karena itu presiden punya kebijakan gerakan untuk cetak sawah, agar indonesia ini bisa swasembada pangan”. Ujarnya

“ Bagaimana kita bisa merobah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, yaitu harus bisa menggunakan peralatan canggih yang baru dan petani – petani harus bisa menjadi petani yang meodern”. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara tanam padi perdana tutup tahun di desa Empiang kecamatan Jangkang, senin ( 21/ 11 ) kemarin.

Jhon Hendri selaku kadis DISTANKANAK menjelaskan bahwa tanam padi tutup tahun adalah bahwa kita ini adalah dua dusun tanam yaitu dusun rendengan dan gadu. Kalau tanam gadu dari bulan april sampai bulan september atau tanam musim kemarau, dan tanam padi rendengan dimulai pada bulan oktober sampai bulan maret atau tanam padi musim hujan. Untuk kecamatan jangkang ini total keseluruhan target tanam padi bulan november yaitu 1900sekian Ha, harus tertanam bulan november ini.

Dikatakannya khusus sasaran ini mendapatkan program Haston yang disebut hasilnya berton-ton itu Cuma metoda bukan teknologi. Kalau padi gadu ini 20 – 30 batang arakan satu lobang, berbeda dengan tanam padi biasa, karena dari beberapa kelompok kita untuk Haston ini cukup berhasil. Hal ini berdasarkan dengan pengalaman di rintau bungkang balai karangan yaitu 14,2 ton/Ha dan daerah lainnya,  artinya Haston ini cukup berhasil, tentunya Empiang juga harus mengukir sejarah. Terangnya

“ Kalau untuk menanam Haston pupuk yang diberikan itu harus di gunakan, jangan disimpan dan jangan digunakan untuk karet, kalau ingin hasilnya lebih memuaskan”. Oleh karena itu kita berharap dengan adanya program pemerintah ini tolonglah dilaksanakan dengan baik, jangan sampai yang sudah diberikan benih pupuk tidak ditanam. Ujarnya

Camat jangkang bapak Eduardus Eval, S. Sos juga mengatakan Untuk padi haston ini pertama panennya cepat tidak ada namanya tanam sulam, bebas sedikt relatif untuk hama, mungkin dari haston ini hasilnya cukup baik dari pada bibit lokal. Ia menjelaskan secara historis untuk padi haston ini atau inovasi padi haston ini adalah temuan dari dua putra kalimantan barat yang bernama Haijairin dan anton, maka namanya padi haston. Kita berharap setelah tanam perdana padi haston ini kita tunjukan kualitas dari yang kita tanam ini, khususnya untuk meningkatkan ketahanan pangan di kecamatan Jangkang khususnya di kabupaten sanggau. Ujarnya

“ Untuk menanam padi haston ini perlu banyak waktu yaitu dari bibit saja ini mulai dari umur 30 – 35 hari baru bisa ditanam, karena kelebihannya ini untuk satu lobang bisa 20 – 30 lain  dengan yang manual dan bisa panen 2 kali dalam setahun”. Katanya  ( jimi humas )

Link Terkait