Selamat Datang di Website Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau        Sanggau Maju dan Terdepan Baik Untuk Semua       

will publish later


 

Sebelum berdiri sebagai kecamatan, Toba merupakan bagian dari Kecamatan Meliau. Bupati Sanggau mengusulkan pembentukan kecamatan baru di daerah Kabupaten Sanggau dengan surat nomor 470/I-1965 pada tanggal 24 Februari 1965 dan surat nomor 671/I-Pem-1965 pada tanggal 24 Februari 1965.

Sebagai tindak lanjut dari usulan Bupati Sanggau tersebut,  maka terbitlah Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 007/I-A/1965 tanggal 20 Maret 1965 tentang Pembentukan Kecamatan Baru dalam Daerah Kabupaten Sanggau.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur tersebut, maka Kecamatan Meliau dibagi menjadi dua bagian yakni Kecamatan Meliau yang beribukota di Meliau dan Kecamatan Toba yang beribukota di Teraju.

Pada tanggal 22 Juni 1966 Kecamatan Toba diresmikan sebagai kecamatan baru oleh Gubernur Kalimantan Barat yaitu Y.C. Oevang Oeray di Teraju.

Semula ibukota Kecamatan Toba bernama Embuloh. Pada hari peresmian Kecamatan Toba, nama Embuloh diganti dengan Teraju, yakni nama sebuah sungai yang ada di desa ibukota kecamatan. Penuturan lain menyebutkan bahwa nama Teraju diambil dari kata “Tera” yakni sejenis timbangan emas jaman dahulu yang menurut para Tetua di Teraju jatuh di sungai yang akhirnya dinamai sungai Teraju.

Nama “Toba” yang dipakai sebagai nama kecamatan ini berasal dari kata : “Tobang, Banyuke dan Desa” yang merupakan anak suku Dayak terbesar yang berada di wilayah Kecamatan Toba.

Sejak berdirinya hingga sekarang, Kecamatan Toba sudah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan wilayah/ camat, yaitu:

1.  GUSTI ABDULLAH, Camat Pertama

      Bertugas sejak 12 Juni 1965 sampai dengan 4 April 1968.

2.   ALOYSIUS L. SANDANG

      Bertugas sejak tahun 1968 sampai dengan 4 April 1970.

3.   EDDY M. SIMBOLON

      Bertugas sejak Agustus 1970 sampai dengan 22 September 1973

4.   ST. KASIANUS NIRAM, BA

      Bertugas sejak 23 September 1973 sampai dengan 14 September 1979

5.   RAYMUNDUS SEILAN, BA

      Bertugas sejak 14 September 1979 sampai dengan 17 Desember 1987

6.   ABDUL KARIM, BA

      Bertugas sejak 16 Juni 1988 sampai dengan 28 November 1990

7.   Drs. ABDULLAH

      Bertugas sejak 29 November 1990 sampai dengan 8 Februari 1995

8.   MIN’AM, S.SOS

      Bertugas sejak 9 Februari 1995 sampai dengan 7 Agustus 1998

9.   SUMADI HARYOKO, S.SOS

      Bertugas sejak 8 Agustus 1998 sampai dengan 11 April 2000

10. Drs. AGUSTINUS

       Bertugas sejak 12 April 2000 sampai dengan 23 Mei 2001

11. ADE GUNAWAN, S.SOS

       Bertugas sejak 24 Mei 2001 sampai dengan 30 April 2003

12. W. WELLY, S.SOS

       Bertugas sejak 1 Mei 2003 sampai dengan tahun 2006

13. NIRIU, S.SOS

      Bertugas sejak November 2006 sampai dengan 2009

14. Drs. PAULUS USRIN

                    Bertugas sejak tahun 2009 sampai sekarang

Jum'at, tanggal 13 April 2012 Tim Indentifikasi Benda Cagar Budaya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sanggau di bawah pimpinan Kartini Sumadi, S.Sos melakukan kunjungan dalam rangka indentifikasi Rumah Betang Panjang "Domong Sembilan Raja Sepuloh" di Dusun Nek Bindang Kecamatan Toba. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung di objek Wisata Budaya Rumah Betang Panjang "Domong Sembilan Raja Sepuloh" diketahui bahwa Rumah Betang Panjang "Domong Sembilan Raja Sepuloh" di Dusun Nek Bindang Kecamatan Toba dibangun pada tahun 1963 dan pada masa pemerintahan Bupati Baisoeni, ZA pernah dibantu untuk perehaban. Rumah Betang Panjang "Domong Sembilan Raja Sepuloh" di Dusun Nek Bindang Kecamatan Toba ini terdiri dari sembilan pintu yang melambangkan Domong Sembilan yang diyakini oleh masyarakat sub suku Dayak Desa merupakan nenek moyang yang menjadi cikal bakal adanya masyarakat adat sub suku Dayak Desa seperti sekarang ini. Berdasarkan penuturan informan Rumah Betang Panjang bahwa mereka yang sekarang ini mendiami rumah ini merupakan keturunan keempat dari pendiri pertamanya.

Rumah Betang Panjang "Domong Sembilan Raja Sepuloh" di Dusun Nek Bindang Kecamatan Toba ini merupakan satu-satunya rumah panjang yang masih ada khususnya bagi masyarakat adat sub suku Dayak Desa dan masyarakat Kecamatan Toba pada umumnya. "Olehkarena itu diharapkan kepada masyarakat Dusun Nek Bindang khususnya dan Kecamatan Toba pada umumnya agar menjaga peninggalan budaya yang tidak ternilai harganya ini sebaik-baiknya", demikian disampaikan Kartini Sumadi, S.Sos pada kesempatan berdialog bersama para tokoh adat di Rumah Betang Panjang Dusun Nek Bindang.

 

Link Terkait