Selamat Datang di Website Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau        Sanggau Maju dan Terdepan Baik Untuk Semua       

 

 

 

                   

 

No.      NAMA DESA      NAMA KEPALA DESA  JUMLAH DUSUN
1  MELIAU HILIR  Drs.PAULUS 4
2  MELIAU HULU  LANDA YASIN,A.Md 3
3  MELOBOK  ANEAS URBANUS 5
4  SUNGAI MAYAM  MARULAK MARBUN 2
5  KUALA BUAYAN  SYEH SUKARDI 4
6  BHAKTI JAYA  MIKAEL KEBU 2
7  MERANGGAU  SUDARMUS 2
8  BALAI TINGGI  SYAHLAN 6
9  ENGGADAI  MINSEN 2
10  LALANG  A.AKOM 3
11  KUNYIL  FRANS BELLY 11
12  HARAPAN MAKMUR  EMELIA ADING A.Md. 2
13  CUPANG  SUHARHAZD 4
14  MUKTI JAYA  SULAIMANSYAH 3
15  PAMPANG DUA  KAMARUDIN 4
16  MELAWI MAKMUR  HERMANTO 3
17  KUALA ROSAN  INDRA PUTRA 5
18  SEI KEMBAYAU  SANDI ALA 4
19  BARU LOMBAK  ANTONIUS APIT 5

 

KECAMATAN              : MELIAU

 

IBU KOTA                  : MELIAU
NAMA                        : WAYAH UNTUNG PJ
LUAS WILAYAH          : 1495,7 KM2
JLH PENDUDUK          : 52.247 JIWA
BATAS WILAYAH
UTARA                      : TAYAN HILIR
SELATAN                   : KAPUAS
BARAT                      : TOBA
TIMUR                       : KAB.KETAPAK
WISATA ALAM           : BUKIT KERAMAS

 

 —  Kecamatan Meliau  —
Negara      Indonesia
Provinsi     Kalimantan Barat
Kabupaten     Sanggau
Pemerintahan
Camat : Drs.WAYAH UNTUNG.PJ
Luas    : 1495,70 km²
Jumlah penduduk   : 52.247 jiwa
Kepadatan : 34,931 jiwa/km²
Desa/kelurahan : 19 Desa   


Meliau adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia.[1]
Sejarah Kerjaan Meliau


Raja pertama kerajaan Meliau adalah Pangeran Mancar, putra ketiga Brawijaya dari kerajaan Majapahit. Bersama dengan saudara-saudaranya, Pangeran Mancar meninggalkan kerajaan Tanjungpura yang sering terlibat peperangan menuju daerah pedalaman Kalimantan.

Di daerah Meliau, keturunan Jawa ini kemudian melindungi wilayahnya dengan jimat berupa gumpalan tanah dari tungku dapur menanak nasi raja Tanjungpura agar aman dari serangan suku Dayak. (kenapa suku dayak bsa menyerang kerajaan tsb? saya rasa disini perlu di garis bawahi, bukankah sebaliknya mereka yang mengaMbil alih tanah orang dayak dan melakukan hal2 yg membuat orang dayak MENYINGKIR HINGGA KE PEDALAMAN2!!!!. Tanah tersebut diambil oleh Rangga Macan yang menghadap raja Tanjungpura memohon perlindungan. Hingga kini tanah tersebut tersimpan di daerah Meranggau.

Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[2]

Pada 1866, Pangeran Adipati Mangku Negara, panembahan kerajaan Meliau mengundurkan diri. Atas bantuan Belanda, putra mahkota yang pergi merantau tanpa diketahui keberadaannya, diketemukan di Minahasa, Sulawesi Utara. Ia telah memeluk agama Kristen dan menjadi pedagang. Atas bujukan Belanda, putra mahkota kembali ke Meliau pada 1869 dan dinobatkan sebagai raja dengan gelar Ratu Anum Paku Negara. Ratu Anum Paku Negara kemudian kembali ke agama Islam serta mendirikan keraton dan pendopo dari kayu dengan arsitektur yang indah di zamannya.

Ratu Anum Paku Negara wafat pada 1885. Putra tunggalnya, Abdul Salam pada waktu itu menjabat sebagai jaksa di Betawi. Abdul Salam kemudian diangkat menggantikan ayahnya dengan gelar Pangeran Ratu Muda Paku Negara. Pada 2 Agustus 1889, karena kurang puas dengan penghasilannya Pangeran Ratu Muda Paku Negara meninggalkan tahta kerajaan dan kembali ke Betawi. Tahun 1897, ia wafat tanpa meninggalkan keturunan.

Dengan beslit nomor 23 tanggal 15 Januari 1890, Gusti Mohamad Ali dari kerajaan Tayan kemudian menggabungkan kerajaan Meliau ke kerajaannya yang berlaku efektif pada 26 Februari 1890. Pada masa pemerintahan panembahan kerajaan Tayan berikutnya, Panembahan Anum Paku Negara, kerajaan Meliau dijadikan Gouvernement Gebied di bawah kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda.


Rujukan

    ^ Madjalah ilmu alam untuk Indonesia. Indonesian journal for natural science, Volume 2, 1851
    ^ (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849
 

 

 

 


Tentang Sebuah Nama "PANGSUMA"

 

Asal Pangsuma
 
Nama Pangsuma merupakan nama besar di Kabupaten Sanggau, menjadi sebuah goresan sejarah karena Pangsuma merupakan tokoh pahlawan. Meski demikian, nama ini ternyata terdengar asing di telinga masyarakat Kabupaten Sanggau, padahal Pangsuma cukup tenar dan terkenal di Kota Pontianak.


Di Kota Pontianak sendiri, nama Pangsuma menjadi populer karena menjadi icon dan terpampang besar sebagai nama tempat atau gedung olah raga atau sering disebut GOR Pangsuma.

Kegigihan seorang Pang Suma melawan tentara Jepang pada tahun 1945 telah membakar semangat masyarakat Kalbar yang lain ketika itu untuk mengusir penjajahan Jepang.
Informasi kematian salah satu pejuang Kalbar dan Panglima Perang ini, tidak menyurutkan para anggota Perang Majang (pasukan pimpinan Pang Suma) saat itu untuk melanjutkan perjuangan.
Mereka justru bergelora untuk mengusir Jepang dari Bumi Kalimantan Barat. Seperti di Ngabang yang dipimpin Panglima Batu, di Sanggau oleh Panglima Burung serta di Ketapang oleh Panglima Banjing dan Pang Layang.


"Mereka lakukan agar Jepang mengakhiri kekejamannya dan pergi dari Kalbar," tutur Peneliti Sejarah pada Balai Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Kalbar, Dra. Juniar Purba.
Pang Suma adalah tokoh pejuang dari suku Dayak yang tinggal di Dusun Nek Bindang di tepian Sungai Kapuas Desa Baru Lombak Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau.


Anak ke-3 dari 6 bersaudara ini memiliki nama asli Bendera bin Dulung. Namun ada pula yang menyebutnya Menera. Arti nama Pang Suma sendiri adalah Bapak si Suma. Panggilan dengan mengguakan Pang merupakan satu kebiasaan penduduk setempat memanggil nama orang tua dengan menyebut nama anaknya yag paling besar. Ini dikarenakan agar lebih sopan daan hormat dari pada menyebut nama langsung orang tersebut.

Menjelang akhir hayatnya, ia telah mendapatkan pertanda buruk. Ujung Nyabur (pedang) yang dimilikinya patah, sebelum ia menyerbu markas Jepang di Kantor Gunco (Camat) Meliau pada 17 Juli 1945.
Pertanda itu pun menjadi kenyataan. Sebuah peluru menembus pahanya yang konon merupakan rahasia kekuatan dari Panglima Perang ini. Namun, disaat menahan kesakitan itu, ia sempat berpesan kepada rekan seperjuangannya yang membopongnya dari lokasi perang.
"Tinggal aja aku disito uda nada aku to idop lagi, pogilah kita, maju terus berjuang," pesan Pang Suma dalam bahasa Dayak seperti yang dikutip dari "Pangsuma Riwayat Hidup dan Pengabdiannya" yang artinya tinggalkan saja saya di sini saya tidak bisa hidup lagi pergilah kamu maju terus berjuang.


Perjuangannya adalah pengorbanan yang patut dijadikan berikan apresiasi bagi masyarakat Kalbar dan pemerintah meskipun dia dan keluarganya tidak mengharapkan imbalan apapun.
Namun, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa dan pengorbanan pahlawannya. Sehingga tentunya patut diberikan. Dan generasi mendatang wajib mencontoh dan mengambil hikmah yang telah dikorbankan Pang Suma dalam membela bangsa dan tanah air.



Makam Pangsuma yang terletak di Kota Meliau
Cerita  ini sepenuhnya menurut sumber adalah penuturan dari "Pang Ronda" dari cerita mulut ke mulut orang tua dan kakeknya
Konon Pangsuma berjuang dalam membebaskan negerinya dari penjajah hanya dengan berbekal keberanian dan sebilah Sabur (sejenis mandau/parang panjang), Pangsuma berhasil membunuh pimpinan Jepang di tiga lokasi yakni Sekucing Balai Bekuak (sekarang terletak di perbatasan Kabupaten Ketapang dan Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau), kedua di Desa Kunyil Kecamatan Meliau dan ketiga di pusat Kota Meliau sendiri yang merupakan basisnya Jepang. Oleh karena keberhasilannya tersebut Pangsuma merupakan sosok yang oleh Jepang dianggap membahakan kedudukannya, untuk itu Jepang membayar teman seperguruan Pangsuma untuk membunuh Pangsuma. Pangsuma ditembak bersama adiknya, namun sang adik dapat menyelamatkan diri, tetapi perjuangan Pangsuma berakhir dengan meninggalnya beliau di bawah jembatan, yang saat ini berlokasi disebelah dermaga Meliau dan tidak jauh dari tempat itulah Pangsuma dimakamkan. Kini berdiri sebuah tugu yang diberi nama Tugu Pangsuma.


Menurut Sumber lain ( http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_(1942-1945) ) Pangsuma melakukan perlawanan terhadap Jepang dengan bergerilya untuk mengganggu aktivitas Jepang di Kalimantan. Sampai meletuslah sebuah peperangan yang disebut Perang Majang Desa ( April-Agustus 1944) di daerah Tayan-Meliau-Batang Tarang (Kabupaten Sanggau). Perang meletus karena disebabkan karena adanya pemukulan Jepang terhadap salah satu tenaga kerja Dayak di antara sekitar 130 pekerja oleh pengawas Jepang, pada sebuah perusahaan kayu Jepang, perang ini menyebabkan korban sekitar 600 pejuang kemerdekaan dibunuh oleh Jepang, termasuk salah satunya Pangsuma.

Kisah perjuangan rakyat lokal Kalimantan Barat yang semestinya diketahui oleh para generasi yang telah menikmati kemerdekaan di masa sekarang justru sering terlupakan. Semoga bangsa ini tetap menghargai jasa para pahlawannya, yang telah mengorbankan nyawanya untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan negeri ini.
Source :
- https://www.facebook.com/group.php?gid=125109351793 : Group Facebook KAMEx ( KoMunitas fEsbuX'ers MELIAU
- http://id.wikipedia.org/wiki/Pang_Suma


Image Source :
- http://www.djarum-super.com/adventure/adventure-journal/content/read/menyusuri-lekuk-kapuas-menemukan-pengantin-yang-hilang-di-meliau-kalimantan-barat/
 

 

Link Terkait